Sejarah singkat koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syari’ah (KSPPS)

Koperasi Syariah Khairu Ummah

Koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syari’ah (KSPPS) atau dahulu bernama Baitul mal wa tamwil (BMT) merupakan lembaga yang berdiri dan diorientasikan untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi  masyarakat dan  yang dimaksud adalah ekonomi mikro atau ekonomi masyarakat dibawa suatu lembaga yang bertujuan untuk membangun serta meningkatkan tingkat ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dan juga sebagai penguatan ekonomi rakyat serta menguatkan Sumber Daya Manusia .

Sebelum beranjak menjadi Koperasi Simpan Pinjam Dan Pembiayaan Syari’ah (KSPPS) atau Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) pada tahun 1980-1990 adanya gagasan stakeholder pondok pesantren yaitu Ir.Yuyud wahyudin , Drs. M yusuf , Ir. Ade Hambali , Dra. Erna Jernawati dan Yusfitriadi,MPd dalam melahirkan lembaga ekonomi mikro dengan menghimpun dana iuran dan jadikan modal usaha (sablon , dagang buku )  maupun usaha dalam menghimpun dana hibah dan  usahanya berpindah – pindah tempat . disamping itu , dengan adanya program pemerintah dalam hal membudayakan koperasi sebagai suatu lembaga ekonomi mikro masyarakat di pondok pesantren sehingga mudah dalam respon pemerintah bagi mereka untuk mendirikan koperasi pada tahun 1994 dengan nama Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN) “Muallimin” dengan latar belakang usaha di bidang jasa pembiayaan islam . bersamaan dengan tahun yang sama KOPONTREN dengan serba usaha yang dimiliki yaitu unit usaha Alat Tulis dan Kantor (ATK) ,  unit usaha Warung Serba Ada (WASERDA) dan unit usaha Baitul mal wa tamwil (BMT) dengan Manager Pepi Januar Pelita, S.Kom . pada tahun yang sama dengan berbagai pertimbangan KOPONTREN “Muallimin” memutuskan untuk hanya berfokus pada unit usaha Baitul mal wa tamwil (BMT) . sehingga , (KOPONTREN) “Muallimin”  me-Rename menjadi Baitul mal wa tamwil (BMT) . pada tahun 1997 – 1998 adanya krisis moneter yang mengakibatkan Baitul mal wa tamwil (BMT) tidak mampu membangun kinerja yang baik pada masyarakat sehingga pada saat  itu dimungkinkan bangkrut .

Akan tetapi , para penggagas koperasi pada saat itu mempercayakan dan memberikan tanggungjawab maupun mandat kepada Pepi Januar Pelita, S.Kom untuk melanjutkan Baitul mal wa tamwil (BMT) disaat kedaan tidak memungkinkan untuk mempertahankan usaha tersebut . Dengan penuh tanggungjawab dan rasa memiliki yang sangat baik oleh Pepi Januar Pelita, S.Kom kinerja Baitul mal wa tamwil (BMT) diperbaiki baik dari segi internal maupun eksternal . Sehingga kinerja maupun citra Baitul mal wa tamwil (BMT) cukup membaik di kalangan masyarakat maupun pemerintah . kemudian pada tahun 2003-2004 adanya program pemerintah dalam peningkatan kemandirian ekonomi rakyat dengan dana usaha Rp 50.000.000,00-/ tahun , Baitul mal wa tamwil (BMT) mengalokasikan dana tersebut sehingga bisa bangkit dan dijadikan modal bagi Baitul mal wa tamwil (BMT) . Dengan demikian , BMT semakin dapat membangun atau memelihara serta meyakinkan kepercayaan masyarakat sekitar dan mitra-mitra BMT dengan baik sehingga jumlah karyawan semakin banyak dan membantu program pemerintah dalam menyerap tenaga kerja semakin meningkat .

BMT juga semakin maju dan mempunyai asset sendiri yang cukup memadai untuk unit usaha Baitul Mal dan memiliki unit usaha Baitul Tamwil (pembiayaan) di beberapa cabang yaitu cabang Leuwiliang , cabang Puraseda , cabang Cibeber Nanggung dan cabang Cigudeg .  pada tahun 2015 adanya Peraturan Menteri Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia NOMOR 16/Per/M.KUKM/IX/2015 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Oleh Koperasi Menetapkan: Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah pasal 1 ayat 2 yang berbunyi “Koperasi SimpanPinjam dan Pembiayaan Syariah selanjutnya dalam peraturan ini disebut KSPPS adalah koperasi yang kegiatan usahanya meliputi simpanan, pinjaman dan pembiayaan sesuai prinsip syariah, termasuk mengelola zakat, infaq/sedekah, dan wakaf ” sehingga adanya pergantian nama dari Baitul mal wa tamwil (BMT) menjadi Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syari’ah (KSPPS) “Khairu Ummah” sampai sekarang .