WAKAF TUNAI

IV.WAKAF TUNAI

Wakaf Tunai adalah wakaf yang dilakukan seseorang atau kelompok, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai, termasuk dalam pengertian uang adalah surat surat berharga, seperti saham dan cek

Kebolehan wakaf tunai ini telah ditetapkan pada konferensi ke- 15, Majma’ Al Fiqh al- islami OKI, No: 140 di Mascot, Oman, pada tanggal 14-19 Muharram 1425H/6-11 Maret 2004 M. Selain itu majelis ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa kebolehan wakaf tunai , pada tanggal 11 Mei 2002. Wakaf tunai juga sudah dituangkan dalam peraturan Menteri agama No.4/2009 dan dalam Undang – Undang No. 41 tahun 2004 diatur dalam pasal 28 sampai pasal 31.

Wakaf tunai yang sudah terkumpul akan kami investasikan di lembaga keuangan kita dengan pola mudhorobah. Hasilnya akan kami gunakan dengan porsi prosentase sebagai berikut:

70% akan disalurkan/ ditasharufkan untuk kaun dhuafa

20% akan dimasukan kembali ke pokok wakaf. Hal ini dimaksudkan untuk menanggulangi risiko kerugian investasi dan penurunan nilai mata uang (inflasi)

10% untuk biaya operasional amil.

Dari Imam Zuhri bahwasannya ia berkata : “tentang seseorang yang mewakafkan seribu dinar di jalan Allah, dan uang tersebut diberikan kepada pembantunya untuk diinvestasikan, kemudian keuntungannya disedekahkan untuk orang- orang miskin dan para kerabat” (Shahih Bukhari:4/14)

Ganti Bahasa