PROFILE BAITUL MAAL KHAIRU UMMAH


Baitul Maal adalah sebuah lembaga yang menjadi bagian penting dari sebuah Lembaga Koperasi Syariah Khairu Ummah. Kehadiran Baitul Maal Khairu Ummah yang berdiri sejak tanggal 25 Agustus 2015 ini tentu mempunyai maksud dan tujuan yg tidak lepas dari historis, maksud dan tujuan pendirian sebuah Lembaga yang bernama Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) yang dimotori oleh para akademisi terutama mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) di masjid Salman Bandung, mereka melihat sebuah kelemahan dari sistem ekonomi kapitalis (sebut konvensional) yang hanya berorientasi pada laba tanpa ada nilai sosial (social value) di dalamnya. Maka untuk menjawab permasalahan tersebut, maka lahirlah sebuah pemikiran yang brilian untuk menjawab keseimbangan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat yang diberi nama Baitul Maal Wa Tamwil (BMT).

Nama Baitul Maal sendiri tidak terlepas dari inspirasi historis dimana pada zaman Rosulallah dan diikuti oleh para sahabat dan tabiin membangun sebuah Lembaga yang diberi nama Baitul Maal (secara tekstual berarti rumah harta). Lembaga ini mempunyai peran strategis dalam pengembangan dakwah ummat islam pada waktu itu. Salah satu tugas pokok yang diemban lembaga ini adalah menghimpun semua sumber ekonomi ummat dan kemudian mendistribusikannya secara merata ke berbagai elemen masyarakat yang berhak menerimanya, sehingga keadilan dan kesejahteraan sosial betul – betul dapat dirasakan secara substansial oleh masyarakat.

Begitu urgennya Lembaga Baitul Maal pada zaman Rosulallah dan para sahabat, tentu sangat wajar kalau kemudian menginspirasi kita untuk mewujudkan lembaga tersebut pada era sekarang yang disandingkan dengan Lembaga Bisnis (Tamwil). Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keseimbangan Lembaga Bisnis (Tamwil) yang memiliki nilai tanggap terhadap sekitar (social responsibility), sehingga kehadiran lembaga bisnis ini memberikan efek domino kebaikan pada masyarakat sekitarnya.

Khoirunnas Anfauhum Linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia yang lainnya. Hadits inilah yang menjadi dasar pemikiran kita sebagai lembaga yang konsern di bidang keuangan mikro syariah, pola fikir kita tentu tidak hanya terkonsentrasi pada orientasi profit unsich, tapi justru kita harus mulai merubah paradigma berfikir kita untuk memberikan benefit atau kebermanfaatan lembaga kepada masyarakat sekitar. Karena kesuksesan lembaga tidak hanya diukur dari seberapa besar profit yang dihasilkan, tapi justru seberapa besar benefit yang diberikan bagi kita dan  masyarakat sekitar. Paradigma inilah yang melandasi kita untuk optimalisasi peran Baitul Maal sebagai lembaga yang tidak terpisahkan dari keberadaan lembaga koperasi kita.

Baitul Maal Khairu Ummah  yang berdiri sejak 25 agustus 2015 ini merupakan lembaga yang menghimpun dan mentassarufkan (menyalurkan) Zakat, Infak dan shodaqoh serta mengelola dana wakaf tunai untuk disalurkan kepada asnaf yang berhak menerimanya.


“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir tumbuh seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki, Dan Allah Maha Kuasa (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”

 (Qs Al-Baqarah 261).

 

Ganti Bahasa