AUDIENSI PUSKOPSYAH KEPADA KEPALA DINAS KOPERASI DAN UKM KABUPATEN BOGOR


Perkembangan koperasi di kabupaten Bogor kerap mendapat sorotan, salah satunya karena banyak koperasi yang tidak aktif, berdasarkan data di tahun 2015, jumlah koperasi yang terdata sebanyak 1695, dari sekian koperasi tersebut yang melaksanakan rapat anggota tahunan sebagai indikator koperasi aktif, sebanyak  1177 sedangkan sisanya adalah koperasi yang tidak aktif. Disamping itu, ditahun yang sama ada 52 dari total koperasi yang ada juga dibubarkan karena secara kelembagaan koperasi tersebut tidak menunjukan aktifitas transaksi.

Menurut penuturan Kabid kelembagaan, Linda Hendrayani, terjadinya kondisi demikian dipengaruhi latar belakang yang kompleks, salah satunya dipengaruhi oleh keterbatasan staf di dinas koperasi, sehingga pengawasan serta pendampingan tidak berjalan optimal, disamping itu, yang juga cukup miris adalah ruang lingkup kelolaan dinas yang saat itu masih disatukan dengan dinas perindustrian dan perdagangan.

Di tahun 2017, SOTK yang mulai di terapkan tahun 2017, memisahkan dua dinas yang sudah ada sebelumnya, pemisahannya menjadi Dinas Koperasi dan UKM dan Dinas Perindustrian dan perdagangan. Langkah tersebut sebagai salah satu upaya untuk memberikan keleuasaan bagi dua dinas tersebut untuk concern pada bidangnya masing-masing.

Kebijaksanaan diatas disambut positif oleh para pegiat koperasi, khususnya Pusat Koperasi Syariah (Puskopsyah) kabupaten Bogor dan  sebagai bentuk rasa syukur serta mensinergikan gerakan koperasi di Kabupaten Bogor maka pada hari kamis, tanggal 2 Februari 2017, jajaran Pengurus Puskopsyah melakukan audiensi kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Drs. Roni Sukmana, M.Si

Acara yang digelar di Aula kantor Koperasi dan UKM dihadiri lengkap jajaran Dinas Koperasi dan UKM, hadir pada kesempatan tersebut disamping kepala Dinas, hadir pula Sekdis, Ibu Euis. Kabid kelembagaan dan pengawasan Ibu Hj. Linda beserta para Kasie, jumlah koperasi yang hadir sebanyak 23 koperasi yang berpola syariah, baik KSPPS maupun BMT.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas menyampaikan respon yang baik atas keberadaan puskopsyah Kabupaten Bogor dan mengajak puskopsyah untuk terlibat secara aktif dalam melaksanakan fungsi sebagai koperasi sekunder. Setelah kegiatan audiensi, jajaran pengurus Puskopsyah, juga melakukan silaturrahim ke Ketua Komisi 2, DPRD Kabupaten Bogor, Ir. Yuyud Wahyudin. Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus salah satu Koperasi syariah di Leuwiliang, menyampaikan informasi mengenai pembahasan perda tentang pemberdayaan Koperasi dan UKM sebagai salah satu bentuk keberpihakan legislatif pada gerakan koperasi, sebagai orang yang bernah bergelut di dunia koperasi, pria yang saat ini mejadi aktivis salah satu Partai, menyambut baik dan mendukung upaya untuk mensinergikan gerakan koperasi di Kabupaten Bogor.


Scroll to Top