kunjungan kerja serta diskusi Peningkatan Daya Saing Koperasi dan UKM

Dunia koperasi di tahun 2017 akan memasuki babak baru terutama setelah dibatalkannya UU No. 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian, karena dinilai banyak pihak membawa semangat kapitalisme di dunia Koperasi. Dengan demikian gerakan koperasi kembali kepada UU No. 25 Tahun 1992.

Dinamika yang mengiringi perkembangan Koperasi menyadarkan banyak pihak bahwa UU No. 25 Tahun 1992 perlu penyempurnaan dengan demikian maka Pemerintah saat ini sedang mengajukan Rancangan UU Tentang Perkoperasian kepada DPR dan diharapkan dapat dibahas dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2016, namun melihat waktu yang sempit, banyak pihak skeptic UU ini bisa disyahkan di tahun 2016.

Salah satu produk UU yang diharapkan segera disyahkan adalah terkait dengan pola Syariah dan dalam upaya menyempurnakan serta mengakomodasi masukan dari para praktisi Koperasi, khususnya Koperasi yang bisnis utamanya adalah simpan pinjam pola Syariah maka pada Hari Kamis, 29 Desember 2016, bertempat di Kantor KSPPS Khairu Ummah berlangsung Kegiatan Kunjungan Kerja serta Diskusi Peningkatan Daya Saing Koperasi dan UKM. Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia yang diwakili oleh Bapak Romy Ramdany, Bapak Hitono Prio serta Bapak Muhammad Isron sedangkan dari Pihak Koperasi dihadiri oleh Jajaran Pengurus dan Pengawas.

Dalam kegiatan tersebut, dibahas beberapa hal penting menyangkut Peran Pengurus dan Pengawas, Permodalan Lembaga, Keberadaan Lembaga yang menjalankan fungsi sebagai LPS bagi Koperasi, komitmen pengelolaan Koperasi dengan sistem Syariah serta fungsi anggota. Dibagian lain dibahas juga mengenai mekanisme perizinan simpan pinjam. Perizinan dengan sistem online dan beberapa bahasan tentang sinergitas Lembaga terkait dengan sertifikasi DPS.

Dalam diskusi tersebut, beberapa masukan menjadi catatan bagi kementrian untuk menjadi masukan dan pada kesempatan yang sama tercapai kesamaan pendangan tentang pentingnya diskusi sebagai media untuk mengokunikasikan dinamika gerakan koperasi si tataran pelaksanaan dan Pihak kementrian meminta kesediaan para praktisi koperasi untuk hadir apabila dibutuhkan dalam kesempatan selanjutnya. Pertemuan ditutup dengan pertukaran cinderamata dari kedua belah pihak serta doa oleh Bapak Zaprudin Muhson.