Melihat dari dekat kerjasama antara koperasi dengan alfamart dan indomart

Dalam rangka memperkuat keberadaan koperasi di tengah masyarakat, maka Pemerintah Kabupaten Bogor menyusun sebuah program bernama GEMASKOP (Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi) salah satu bentuk program Gemaskop adalah kunjungan ke Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kulon Progo, kegiatan tersebut diikuti oleh 28 para pegiat Koperasi di Kabupaten Bogor selama 4 hari, peserta melakukan kunjungan ke Sentra UKM serta melihat history kerjasama antara retail besar dan koperasi, salah satu fokus kunjungan adalah melihat model kerjasama antara Alfamart / Indomart dengan Koperasi.

Seperti diketahui, di banyak tempat, keberadaan Alfamart/Indomart disinyalir menjadi ancaman bagi UMKM, hal ini terlihat dari matinya para pedagang kecil / warung yang didekatnya berdiri Alfamart / Indomart, hal tersebut terjadi di banyak tempat. Satu sisi keberadaan Alfa atau Indomart menggerakan roda ekonomi di sekitarnya, namun tidak dipungkiri hal tersebut juga mengancam eksistensi warung-warung kecil disekitarnya.

Keberadaan Alfa atau Indomart nyaris tak terbendung, dan tumbuh nyaris tak terkendali. Disamping regulasi yang lemah dalam hal law enforcement  juga patut diduga adanya pihak-pihak yang memanfaatkan perizinan untuk mendapatkan keuntungan secara finansial.

Diprediksi dalam jangka waktu yang panjang, apabila pemerintah tidak melakukan pembenahan, maka akan terjadi kompetisi yang tidak fair, dimana Alfa/Indomart sebagai pemain besar di bidang retail akan memonopoli retail hingga ke pelosok desa dan pada saat yang sama hal tersebut menjadi ancaman bagi pasar tradisional dan UMKM.

Ditengah kondisi demikian, dibutuhkan regulasi yang melindungi keberadaan retail serta pasar tradisional dan UMKM. Sebuh contoh sinergi antara retail besar seperti Indo / Alfamart dengan Koperasi saat ini sudah berkembang pesat, terletak di Kabupaten Kulon Progo, sebuah model kerjasama yang harmonis antara retail dan Koperasi mampu diwujudkan dengan baik, yaitu Alfa / indomart dibiarkan hidup namun kepemilikan Alfa / Indomart itu ditangan Koperasi. Dan dibuka pintu yang leluasa bagi UMKM untul menjual produknya di toko tersebut. Sinergitas retail besar dan koperasi tersebut mewujud pada retail yang disebut TOMIRA Toko Milik Rakyat). Bangun pola kerjasama yang terjadi di Kulon Progo, di nilai sebagai sebuah bentuk kerjasama yg proporsional dan adil, yaitu semua komponen yang terlibat dalam bisnis retail dapat hidup, tumbuh dan berkembang dalam harmonisasi. (Live report dari Jogja)

Kunjungan Kepala Bidang Koperindag dan UKM Kab. Bogor,Hj. Linda Hendrayani SWT, MSi, ke salah satu retail kerjasamaantara koperasi dan alfamart di kulonprogo