Seminar Nasional & Public Expose Indonesia Zakat Outlook

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Seminar Nasional & Public Expose Indonesia Zakat Outlook  dengan tema “ Revitalisasi Peran Zakat  dalam Mendorong Perekonomian Negara yang Berkelanjutan” (12/12/2017). Seminar ini diselenggarakan di IPB International Convention Center.

Hadir sebagai narasumber Ketua BAZNAS Bapak Prof Dr Bambang Sudibyo MBA CA, sebagai keynote speech, Komisioner BAZNAS Ibu Ir. Nana Mintarti, MP, Rektor terpilih IPB Bapak Dr. Arif Satria, Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Bapak Fuad Nasar, Wakil Ketua PUSKAS BAZNAS Pusat Bapak M. Hasbi Zaenal, Ph.D, Direktur PUSKAS BAZNAS Dr Irfan Syauqi Beik, Ph.D

Seminar yang juga dikemas dengan diskusi panel dan focus group disscusion (FGD) ini juga mendatangkan banyak para tokoh penting BAZNAS perwakilan dari beberapa Propinsi di Indonesia. Diantaranya hadir ketua BAZNAS dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Aceh, Riau dan Jawa Barat. Peserta seminar juga diramaikan oleh perwakilan dari Koperasi-koperasi Syariah, Dosen  IPB, para Mahasiswa, dan tentunya lembaga Baitul Maal dan LAZ.

Materi sesi pertama seminar adalah pembahasan mengenai Public Expose Indonesia Zakat Outlook 2018. Wakil Ketua PUSKAS BAZNAS Pusat Bapak M. Hasbi Zaenal mengatakan, bahwa “sebagai sebuah Negara dengan warga Negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia idealnya dapat menjadi kiblat bagi Negara-negara lain dalam ikhwal praktik, studi dan sharing knowledge subjek keislaman. Idealisme itu menjadi salah satu misi BAZNAS di ranah perzakatan. Zakat merupakan rukun Islam ketiga dengan cakupan dimensi yang luas, mulai dari aspek keimanan, ekonomi, dan sosial; suatu dimensi persoalan yang besar untuk bangsa sebesar Indonesia. Untuk itulah, amat disayangkan ketika dinamika perzakatan Indonesia tidak terekam dengan baik dan tepat, atau hanya diperbincangkan dengan landasan kata “kira-kira”. Atas alasan inilah maka Public Expose Indonesia Outlook 2018 menjadi amat penting. Sebuah publikasi yang akan diterbitkan dalam bentuk buku oleh PUSKAS BAZNAS. Outlook Zakat Indonesia 2018 menjadi sangat strategis, karena hingga hari ini, Indonesia sebagai Negara Muslim terbesar di dunia belum memiliki publikasi sejenis yang mengkomprehensikan data dan proyeksi penghimpunan dan penyaluran Zakat pada skala Nasional. Harapannya bahwa Outlook Zakat Indonesia 2018 ini dapat memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang dinamika perzakatan Indonesia,” tuturnya di Bogor, Selasa (12/12/2017).

Masih dalam sesi pertama yaitu konferensi Pers : Revitalisasi Peran Zakat dalam Mendorong Perekonomian Negara yang Berkelanjutan, yang disampaikan oleh Bapak Fuad Nasar. Berikut adalah point-point pembahasannya :

A. Hal yang harus dicermati adalah kesenjangan sosial dan disparitas ekonomi, yang masih merupakan bagian tidak terpisahkan dari realitas bangsa kita hari ini.

B. Peran dan kontribusi Zakat, pada prinsipnya dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat. System pengelolaan Zakat nasional ditopang oleh dua pilar kelembagaan, yaitu BAZNAS dan LAZ. Berikut ini adalah Klaster Pengelola Zakat :

  1. Pengelola Zakat berbasis pemerintah, yaitu BAZNAS beserta Unit Pengumpul Zakat (UPZ)
  2. Pengelola Zakat berbasis organisasi kemasyarakatan Islam, seperti Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Persatuan Islam, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, dan lainnya.
  3. Pengelola Zakat berbasis korporasi (perusahaan), seperti perbankan dan sebagainya
  4. Pengelola Zakat berbasis Yayasan dan NGO, seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan lainnya

C. Tantangan dalam Perzakatan kekinian adalah pertama, tantangan pengakuan, antara obligatory dalam hukum islam dan voluntary dalam hukum positif Indonesia. Kedua, tantangan pelayanan dan ketiga tantangan pengumpulan dan pendistribusian.

D. Prospek Revitalisasi Peran Zakat

  1. Zakat sebagai sektor sosial dalam ekonomi dan keuangan syariah berperan dalam mengatasi kesenjangan sosial ekonomi dan pembangunan bangsa.
  2. Membantu menyelesaikan masalah kemiskinan dan ketidakadilan sosial, mengingat Zakat sekaligus instrument korektif ketimpangan sosial ekonomi masyarakat.
  3. Sebagai bagian integral dari isu dan kendala pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, terutama dalam taksonomi keuangan sosial.

Pada sesi kedua adalah pemaparan hasil implementasi IDZ dan IZN dalam system pengelolaan Zakat yang terpadu. IDZ adalah Indek Desa Zakat yang berfungsi untuk menilai proses yang terjadi pada pra program, pada saat program berlangsung, dan pasca program apakah sebuah komunitas layak dibantu serta tepat sasaran dengan bantuan Zakat. IZN merupakan indicator untuk menilai sejauh mana hasil perkembangan zakat yang diukur secara komprehensif. Pemaran tersebut disampaikan oleh Ibu Ir. Nana Mintarti, MP selaku komisioner BAZNAS.

Pada sesi terakhir adalah penyampaian materi mengenai Paradigma dan Kedudukan Zakat dalam Sustainable Development Goals (SDGs), oleh Direktur PUSKAS BAZNAS Bapak Dr. Irfan Syauqi Beik, Ph.D. Beliau menyampaikan bagaimana melihat relevansi antara Zakat, SDGs dan Maqashid Shariah, melalui Desk Study dan ANP (FGD dan wawancara).

  1. Karena Zakat merupakan salah satu instrumen keuangan sosial Islam untuk mencapai Maqashid Syariah.
  2. Maqashid Syariah terdiri dari penjagaan dan peningkatan terhadap Agama, Jiwa, Intelektual, Keturunan dan Harta
  3. SDGs dapat digunakan sebagai tujuan antara yang menghubungkan zakat dengan pencapaian maqasid syariah.

Demikian rangkuman seminar Nasional yang telah diikuti oleh Baitul Maal Khairu Ummah pada hari Selasa, tanggal 12 Desember 2017 di IPB Convention Center. Semoga dapat bermanfaat.